CU.CC: Free Domain Registration + FREE DNS Services
Showing posts with label Jantung Koroner. Show all posts
Showing posts with label Jantung Koroner. Show all posts

PEMBUNUH ORANG INDONESIA

Setiap hari terjadi kelahiran dan kematian di Indonesia. Namun apa yang menyebabkan orang Indonesia meninggal dan urutan teratas penyebab kematian sehingga disebut sebagai Pembunuh Orang Indonesia. Di bawah ini penyebab kematian orang Indonesia menurut data WHO dalam Ribuan Per Tahun.

1. Penyakit Jantung Koroner | 220

Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan pembuluh darah kecil yang menyuplai darah dan oksigen ke jantung. Ini disebabkan oleh pembentukan plak di dinding arteri, dikenal pula sebagai pengerasan arteri. Pembentukan plak ini dapat menyertai perpaduan pradisposisi genetik dan pilihan gaya hidup. Faktor risiko mencakup usia, jenis kelamin, riwayat genetik dan ras. Faktor lain yang memengaruhi kemungkinan CCHD mencakup kolesterol tinggi, merokok, penyalahgunaan substansi dan masalah berat badan.



Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan kemudian diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Mencegah penyakit jantung koroner harus dilakukan pemantauan faktor-faktor resikonya. Hindari stress, pantau tekanan darah secara teratur, berolahraga. Seimbang gizi adalah cukup protein, cukup gula, dan kurangi lemak. Berhenti merokok, rokok merupakan radikal bebas yang sangat kuat karena tediri atas 1 zilion radikal bebas, Di dalam rokok terkandung 22 jenis radikal bebas seperti ter, CO2, nikotin dan sebagainya. Mencegah jantung koroner dengan menghindari stress, stress kronis dapat menyebabkan meningkatnya hormon adrenalin yang dalam jumlah banyak bisa menjadi radikal bebas bagi tubuh. 



2. Penyakit Tuberkolosis / TB | 127
 
Jumlah penderita penyakit tuberkulosis (TB) di Indonesia masih terbilang tinggi. Bahkan, saat ini jumlah penderita TB di Indonesia menempati peringkat empat terbanyak di seluruh dunia. Indonesia peringkat empat terbanyak untuk penderita TB setelah China, India, dan Afrika Selatan.

Prevalensi TB di Indonesia pada 2013 ialah 297 per 100.000 penduduk dengan kasus baru setiap tahun mencapai 460.000 kasus. Dengan demikian, total kasus hingga 2013 mencapai sekitar 800.000-900.000 kasus.

Penyakit TB adalah penyakit menular yang ditandai dengan gejala batuk tidak sembuh-sembuh yang disebabkan oleh bakteri. Selain menyerang paru-paru, penyakit TB juga dapat menyerang organ tubuh yang lain. TB disebut juga TBC ekstra paru.

TBC dapat dicegah dengan melakukan hal-hal seperti dibawah ini :
  • Melakukan imunisasi BCG sebanyak 1 kali ketika bayi berumur 2 bulan
  • Perhatikan kebersihan rumah
  • Jangan dibiasakan meludah di sembarang tempat
  • Segera periksa ke Puskesmas jika ditemukan tanda-tanda TBC


3. Kelainan Pembuluh Darah | 123

Telangiektasi Hemoragik Herediter merupakan kelainan pembuluh darah dimana kondisinya menjadi rapuh dan mudah mengalami perdarahan. Penyakit ini merupakan penyakit keturunan yang diturunkan melalui rantai autosom dominan.

Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah atau ungu di bibir, wajah, hidung, lapisan mulut, ujung jari tangan dan jari kaki, serta terdapat pula pada saluran pencernaan. Pembuluh darah yang rapuh akan robek dan mengakibatkan perdarahan di hidung dan saluran pencernaan yang berat.

Pada anak-anak gejala ini sering ditandai dengan mimisan atau perdarahan pada hidung. Perdarahan ke dalam otak bisa menimbulkan berbagai kelainan kelainan neurologis (saraf), termasuk kejang-kejang.


4. Penyakit Penafasan | 104 

Kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu terjadi gangguan pada proses pengikatan oksigen dan kelainan pada saluran pernapasan sehingga mengganggu aliran udara.Gangguan pada proses pengikatan oksigen terjadi karena adanya kompetisi antaraoksigen dan zat lain yang dapat berikatan dengan hemoglobin. Contohnya pada keracunangas karbon monoksida.

Karbon monoksida lebih mudah berikatan dengan hemoglobin dibandingkan dengan oksigen. Hal ini menyebabkan hemoglobin mengikat karbonmonoksida, bukan oksigen. Jika sebagian besar darah berikatan dengan karbon monoksida, jaringan dalam tubuh akan kekurangan oksigen. 


5. Penyakit Bayi Baru Lahir | 73 

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen.

Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatal; adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.

Kematian bayi eksogen atau kematian post neo-natal, adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.

6. Penyakit Paru-Paru | 73 

Paru-paru dapat terancam akibat kondisi lingkungan dan gaya hidup yang tak sehat. Selain rokok, polusi udara di lingkungan kerja pun dapat merusak paru-paru.

Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di dalam darah. Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan batuan haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 di dalam darah diikat oleh hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh.

7. Kecelakaan Lalu Lintas | 51 

Dari catatan Kepolisian Republik Indonesia, sebanyak 25.157 jiwa meninggal pada tahun 2013. Turun dibandingkan 2012 yang mencapai 27.000 jiwa meninggal. Sementara pada 2011 jumlah korban jiwa mencapai 32.657 jiwa.

Data ini menunjukan jumlah korban jiwa yang disebabkan karena kecelakaan masih sangat tinggi. Berdasarkan angka tersebut, rata-rata korban meninggal dunia akibat kecelakaan sekitar 80 orang per hari atau sekitar empat orang per jam.




World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mencatat, setiap tahun kejadian kecelakaan lalu lintas telah menyebabkan rata-rata 1,24 juta jiwa meninggal dunia serta 50 juta jiwa mengalami luka-luka dan cacat tetap

8. Diabetes Mellitus (Kencing Manis) | 46

Penyebab diabetes mellitus dapat dikarenakan kurangnya produksi zat insulin atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap zat insulin. Hal ini akan mengakibatkan kadar glukosa pada makanan tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Akibatnya kadar gula dalam darah akan terus meningkat.

Penyakit diabetes disebabkan oleh 2 hal yaitu, kelebihan mengonsumsi gula sehingga terjadi kenaikan gula darah dalam tubuh atau karena faktor keturunan, diabetes termasuk jenis penyakit yang menurun

9. Hipertensi (Darah Tinggi) | 39

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat di alami semua orang. Faktor- faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Faktor keturunan
Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.

Usia
Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi. Mengapa? Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.

Gender
Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.

Kurang gerak (Sedentary lifestyle)
Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.

Pola makan
Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.

Berat badan berlebih
BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.

Kebiasaan minum minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.

Stres
Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.

Kondisi penyakit yang lain
Menurut para ahli, gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya. 

10. Diare (Buang-Buang Air) | 35


Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Demikianlah sedikit informasi mengenai penyebab Pembunuh Orang Indonesia. Hal-hal tersebut perlu diantisipasi sebelum sepuluh penyebab di atas menyerang anda. 

PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER


Gejalanya sakit pada dada sering dianggap biasa, namun bila sudah terserang, nyawa menjadi taruhannya. Itulah yang menjadikan Penyakit Jantung Koroner berbahaya. Terlebih lagi dengan adanya anggapan bahwa ancaman penyakit karena kolesterol tinggi hanya berlaku buat mereka yang lanjut usia atau yang berat badannya berlebihan.

Faktanya, kini makin banyak orang yang berada dalam usia produktif (mulai usia 20-an) bisa mengalami gangguan pembuluh darah dan serangan jantung, akibat berlebihnya kadar kolesterol di dalam darah. Bahkan dari data yang dipublikasikan oleh organisasi kesehatan sedunia (WHO), saat ini 25% penduduk dunia memiliki kadar kolesterol tinggi. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Bertambahnya jumlah penderita Penyakit Jantung Koroner ini tidak lepas dari pergeseran pola hidup, terutama pola makan masyarakat. Kalau masyarakat di negara maju sudah mulai menyadari pentingnya mengurangi kolesterol dan lemak dalam menu makanan mereka; di negara berkembang, pola makan tinggi lemak, kolesterol dan garam malah meningkat, seiring dengan banyaknya junkfood dan jajanan yang menggunakan minyak jenuh. Tentunya resiko akan bertambah jika ada faktor bawaan; di samping faktor lingkungan, seperti stress dan semakin banyaknya radikal bebas yang terbentuk akibat tingkat polusi yang tinggi, juga kurang gerak atau olah raga akibat tuntutan aktivitas yang padat.

Penelitian Lebih Lanjut Tentang Terjadinya Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu penyakit degeneratif, artinya, proses terjadinya penyakit ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan sampai belasan atau puluhan tahun. Tanpa kita sadari, semenjak kita masih anak-anak kita sudah mulai 'menumpuk' kolesterol pada pembuluh darah kita. Setelah bertahun-tahun, tentunya timbunan lemak dan kolesterol pada dinding pembuluh darah perlahan-lahan menjadikan pembuluh darah menyempit dan tidak elastis lagi. Akibatnya, saat terbentuk gumpalan darah (clot), aliran darah akan terhambat, dan pembuluh darah pecah/tersumbat. Bila hal ini terjadi di pembuluh darah ke otak, itulah yang kita kenal dengan Stroke; sementara bila terjadi di pembuluh darah ke jantung, inilah yang kita kenal dengan serangan jantung.

Jadi, siapa yang tahu kondisi pembuluh darah kita saat ini dengan pola hidup yang kita jalani sekarang? Dan, kalau timbunan kolesterol sudah jelas merupakan pencetus terjadinya Penyakit Jantung Koroner, bagaimana zat yang berbahaya ini bisa tertumpuk di pembuluh darah kita? Penelitian menunjukkan bahwa kolesterol dan lemak bisa menempel dan menumpuk di dinding pembuluh darah jika dinding bagian dalam pembuluh darah (endothelium) sudah rusak dan tidak rata lagi akibat paparan radikal bebas. Radikal bebas ini tentu saja tidak hanya merusak dinding pembuluh darah kita, melainkan organ tubuh kita yang lain pun ikut terkena dampaknya.

Pencegahan Harus Dilakukan Sedini Mungkin
  1. Berolah raga teratur, untuk membantu pembakaran lemak dan menjaga agar peredaran darah tetap lancar.
  2. Mengurangi konsumsi makanan berlemak/ berkolesterol tinggi dan meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
  3. Menjaga berat badan ideal.
  4. Cukup istirahat dan kurangi stress, sehingga jumlah radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh tidak terlalu banyak.
  5. Hindari rokok, kopi, dan minuman beralkohol.
  6. Melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk memantau kadar kolesterol dalam darah.
  7. Menjaga lingkungan tetap bersih.

Entri Populer