CU.CC: Free Domain Registration + FREE DNS Services
Showing posts with label Sakit Jantung. Show all posts
Showing posts with label Sakit Jantung. Show all posts

PENYAKIT AKIBAT KONSUMSI MIE INSTAN

Nasib Anak Kost, itulah yang selalu dikatakan kalau tinggal sendiri jauh dari orang tua, terpaksa harus masak sendiri, bahkan kalau tidak sempat masak cari makanan murah meriah di warung terdekat. Namun kalau sudah tidak punya uang lagi di akhir bulan maka MIE INSTAN menjadi sasaran. Penyajian Cepat dan Rasanya tidak kalah sedap apalagi sedang LAPAR.

Mie instan disukai oleh berbagai kalangan, bahkan orang berduit pun menyukainya karena rasanya yang gurih. Dari semua kelas umur, anak-anak merupakan kelompok terbesar yang menyukai mie instan. Bahkan bisa menjadi makanan favorit bagi anak-anak. Setiap hari anak-anak ingin mengkonsumsi mie instan secara berlebihan. Ini sangat berbahaya bagi anak-anak untuk kesehatan dan perkembangannya di kemudian hari.



Bahaya dan penyakit yang ditimbulkan dari sering mengkonsumsi mie instan dapat diuraikan sebagai berikut:

Penyebab kanker

Mie instan yang beredar saat ini, ternyata cukup membahayakan. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan dilapisi oleh lilin. Inilah kenapa mie tidak pernah lengket satu sama lain.
Lilin ini sangat membahayakan kesehatan tubuh, karena tubuh kita butuh waktu lama untuk mencerna lilin ini, yakni sekitar dua hari.

Jika zat ini terus menumpuk dalam tubuh, kemungkinan kita untuk terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Misalnya, kanker hati, usus, atau leukimia. Tak hanya lilin dari mie instan. Bumbunya pun yang mengandung banyak zat aditif seperti MSG yang bisa menjadi pemicu kanker dalam tubuh.

Penyakit Jantung

Selain mengandung bahan pengawet, mie instan juga memiliki bahan kimia yang disebut bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengemas mie dalam wadah sterofoam.

Penelitian telah menunjukkan bahwa BPA mengganggu cara hormon mengirim pesan melalui tubuh, khususnya estrogen. Wanita pada khususnya untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi mie instan.

Kecenderungan rakyatnya mengonsumsi mie instan dalam beberapa tahun terakhir, terbuktinya telah mengalami peningkatan resiko penyakit jantung.


Kerusakan jaringan otak

Mengkonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak.

Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan.

Keguguran

Sejumlah wanita hamil yang makan mie instan selama kehamilan mengalami keguguran, hal ini karena kandungan bumbu dan pengawet pada mie instan dapat mempengaruhi perkembangan janin.

Gangguan metabolisme

Konsumsi mie instan jangka panjang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mie.

Kerusakan organ

Mie instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembaban. Tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Hal ini menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.
 
Alergi akibat Monosodium glutamate

Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mie, sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.

Darah Tinggi, Stroke dan Kerusakan Ginjal

Mie instan juga mengandung jumlah natrium yang tinggi, kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindari konsumsi mie instan berlebihan.

Junk food

Mie instan hanya dapat dianggap sebagai junk food dan tidak pernah menggantikan makanan bernutrisi, hal ini karena mengandung sejumlah besar karbohidrat tetapi tidak ada vitamin, mineral atau serat. Mie instan juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Ini padat kalori dan memberikan efek negatif pada kesehatan.

Penyakit-penyakit tersebut tidak serta merta terlihat saat anda sedang mengkonsumsi mie instan, namun semua efek negatif akan terakumulasi dan tertimbun di dalam tubuh pada suatu saat penyakit-penyakit tersebut akan muncul.

Di atas telah dibahas tentang penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi mie instan, jadi sedapat mungkin hindari untuk mengkonsumsi mie instan setiap hari.

PEMBUNUH ORANG INDONESIA

Setiap hari terjadi kelahiran dan kematian di Indonesia. Namun apa yang menyebabkan orang Indonesia meninggal dan urutan teratas penyebab kematian sehingga disebut sebagai Pembunuh Orang Indonesia. Di bawah ini penyebab kematian orang Indonesia menurut data WHO dalam Ribuan Per Tahun.

1. Penyakit Jantung Koroner | 220

Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan pembuluh darah kecil yang menyuplai darah dan oksigen ke jantung. Ini disebabkan oleh pembentukan plak di dinding arteri, dikenal pula sebagai pengerasan arteri. Pembentukan plak ini dapat menyertai perpaduan pradisposisi genetik dan pilihan gaya hidup. Faktor risiko mencakup usia, jenis kelamin, riwayat genetik dan ras. Faktor lain yang memengaruhi kemungkinan CCHD mencakup kolesterol tinggi, merokok, penyalahgunaan substansi dan masalah berat badan.



Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan kemudian diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Mencegah penyakit jantung koroner harus dilakukan pemantauan faktor-faktor resikonya. Hindari stress, pantau tekanan darah secara teratur, berolahraga. Seimbang gizi adalah cukup protein, cukup gula, dan kurangi lemak. Berhenti merokok, rokok merupakan radikal bebas yang sangat kuat karena tediri atas 1 zilion radikal bebas, Di dalam rokok terkandung 22 jenis radikal bebas seperti ter, CO2, nikotin dan sebagainya. Mencegah jantung koroner dengan menghindari stress, stress kronis dapat menyebabkan meningkatnya hormon adrenalin yang dalam jumlah banyak bisa menjadi radikal bebas bagi tubuh. 



2. Penyakit Tuberkolosis / TB | 127
 
Jumlah penderita penyakit tuberkulosis (TB) di Indonesia masih terbilang tinggi. Bahkan, saat ini jumlah penderita TB di Indonesia menempati peringkat empat terbanyak di seluruh dunia. Indonesia peringkat empat terbanyak untuk penderita TB setelah China, India, dan Afrika Selatan.

Prevalensi TB di Indonesia pada 2013 ialah 297 per 100.000 penduduk dengan kasus baru setiap tahun mencapai 460.000 kasus. Dengan demikian, total kasus hingga 2013 mencapai sekitar 800.000-900.000 kasus.

Penyakit TB adalah penyakit menular yang ditandai dengan gejala batuk tidak sembuh-sembuh yang disebabkan oleh bakteri. Selain menyerang paru-paru, penyakit TB juga dapat menyerang organ tubuh yang lain. TB disebut juga TBC ekstra paru.

TBC dapat dicegah dengan melakukan hal-hal seperti dibawah ini :
  • Melakukan imunisasi BCG sebanyak 1 kali ketika bayi berumur 2 bulan
  • Perhatikan kebersihan rumah
  • Jangan dibiasakan meludah di sembarang tempat
  • Segera periksa ke Puskesmas jika ditemukan tanda-tanda TBC


3. Kelainan Pembuluh Darah | 123

Telangiektasi Hemoragik Herediter merupakan kelainan pembuluh darah dimana kondisinya menjadi rapuh dan mudah mengalami perdarahan. Penyakit ini merupakan penyakit keturunan yang diturunkan melalui rantai autosom dominan.

Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah atau ungu di bibir, wajah, hidung, lapisan mulut, ujung jari tangan dan jari kaki, serta terdapat pula pada saluran pencernaan. Pembuluh darah yang rapuh akan robek dan mengakibatkan perdarahan di hidung dan saluran pencernaan yang berat.

Pada anak-anak gejala ini sering ditandai dengan mimisan atau perdarahan pada hidung. Perdarahan ke dalam otak bisa menimbulkan berbagai kelainan kelainan neurologis (saraf), termasuk kejang-kejang.


4. Penyakit Penafasan | 104 

Kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu terjadi gangguan pada proses pengikatan oksigen dan kelainan pada saluran pernapasan sehingga mengganggu aliran udara.Gangguan pada proses pengikatan oksigen terjadi karena adanya kompetisi antaraoksigen dan zat lain yang dapat berikatan dengan hemoglobin. Contohnya pada keracunangas karbon monoksida.

Karbon monoksida lebih mudah berikatan dengan hemoglobin dibandingkan dengan oksigen. Hal ini menyebabkan hemoglobin mengikat karbonmonoksida, bukan oksigen. Jika sebagian besar darah berikatan dengan karbon monoksida, jaringan dalam tubuh akan kekurangan oksigen. 


5. Penyakit Bayi Baru Lahir | 73 

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen.

Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatal; adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.

Kematian bayi eksogen atau kematian post neo-natal, adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.

6. Penyakit Paru-Paru | 73 

Paru-paru dapat terancam akibat kondisi lingkungan dan gaya hidup yang tak sehat. Selain rokok, polusi udara di lingkungan kerja pun dapat merusak paru-paru.

Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di dalam darah. Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan batuan haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 di dalam darah diikat oleh hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh.

7. Kecelakaan Lalu Lintas | 51 

Dari catatan Kepolisian Republik Indonesia, sebanyak 25.157 jiwa meninggal pada tahun 2013. Turun dibandingkan 2012 yang mencapai 27.000 jiwa meninggal. Sementara pada 2011 jumlah korban jiwa mencapai 32.657 jiwa.

Data ini menunjukan jumlah korban jiwa yang disebabkan karena kecelakaan masih sangat tinggi. Berdasarkan angka tersebut, rata-rata korban meninggal dunia akibat kecelakaan sekitar 80 orang per hari atau sekitar empat orang per jam.




World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mencatat, setiap tahun kejadian kecelakaan lalu lintas telah menyebabkan rata-rata 1,24 juta jiwa meninggal dunia serta 50 juta jiwa mengalami luka-luka dan cacat tetap

8. Diabetes Mellitus (Kencing Manis) | 46

Penyebab diabetes mellitus dapat dikarenakan kurangnya produksi zat insulin atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap zat insulin. Hal ini akan mengakibatkan kadar glukosa pada makanan tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Akibatnya kadar gula dalam darah akan terus meningkat.

Penyakit diabetes disebabkan oleh 2 hal yaitu, kelebihan mengonsumsi gula sehingga terjadi kenaikan gula darah dalam tubuh atau karena faktor keturunan, diabetes termasuk jenis penyakit yang menurun

9. Hipertensi (Darah Tinggi) | 39

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat di alami semua orang. Faktor- faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Faktor keturunan
Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.

Usia
Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi. Mengapa? Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.

Gender
Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.

Kurang gerak (Sedentary lifestyle)
Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.

Pola makan
Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.

Berat badan berlebih
BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.

Kebiasaan minum minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.

Stres
Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.

Kondisi penyakit yang lain
Menurut para ahli, gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya. 

10. Diare (Buang-Buang Air) | 35


Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Demikianlah sedikit informasi mengenai penyebab Pembunuh Orang Indonesia. Hal-hal tersebut perlu diantisipasi sebelum sepuluh penyebab di atas menyerang anda. 

MENJAGA JANTUNG AGAR TETAP SEHAT

 
Jantung yang sehat adalah kunci untuk memiliki hidup yang sehat. Jantung adalah rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Fungsinya berperan penting dalam sistem peredaran darah. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga Agar jantung Anda dapat berdenyut lebih lama

http://www.medicalook.com/diseases_images/coronary_heart_disease.jpg
Rutin memeriksa tekanan darah
Jadwalkan pengecekan tekanan darah dengan rutin. Hal ini pentng untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Hindari makanan Berkolestrol
Menghindari, atau setidaknya mengurangi makanan yang mengandung kolesterol dan lemak jenuh. Agar, pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tak tersumbat atau mengeras.

Mengurangi konsumsi daging

Mengurangi konsumsi daging berlebih. Ingat, lemak jenuh dapat memicu penyakit jantung, obesitas, kanker, dan diabetes.

Olahraga rutin
Olah raga rutin. Banyak manfaat dapat ditemui dalam kegiatan ini. Di antaranya mengurangi stres, menjaga tekanan darah, membakar lemak, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan tentu saja membuat Anda merasa happy setelah melakukannya.

Hindari stress
Menghindari stres, untuk mencegah tekanan darah tinggi dan jaga berat badan Anda dari angka normal.

Jauhi Rokok dan Alkohol
Hindari merokok dan menenggak alkohol. Perokok memiliki dua kali kesempatan lebih besar untuk mengidap penyakit jantung.

Tak pelak, tak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat. Namun, ada beberapa zat yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar risiko penyakit dan serangan jantung, di antara lain:

1. Zat alicin yang terkandung dalam bawang putih dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

2. Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

3. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah garam menunjukkan risiko penyakit jantung hingga 25% dan risiko serangan jantung hingga 20%.

4. Konsumsi makanan-makanan yang dapat menjaga kesehatan jantung seperti Salmon, Tomat, Minyak Zaitun, Gandum, Almond, dan Apel.

Sumber : liputan6.com

ANGGAPAN MASYARAKAT YANG SALAH TERHADAP PENYAKIT JANTUNG

http://topnews.net.nz/data/Heart-Attack5454.jpg 


Banyak sekali anggapan salah di masyarakat tentang penyakit jantung. Tidak jarang menyesatkan atau menerima keadaan penyakitnya, sehingga berakibat merugikan. Apa saja anggapan salah itu?

1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja.

Tidak. Bukan hanya karena gemuk maka orang berpenyakit jantung. Dibanding orang kurus, orang gemuk memang lebih berisiko. Namun, bukan sedikit orang kurus yang mengidap penyakit jantung. Jika sejak kecil mengidap penyakit jantung bawaan, misalnya, dan belum dioperasi, bisa saja keluhan jantung muncul.

Jenis kelainan jantung bawaan kebocoran sekat bilik jantung (VSD), misalnya, biasanya semakin mengecil dengan bertambahnya usia. Selama kebocoran itu belum mengecil habis, masih tergolong mengidap penyakit jantung. Orang kurus juga bisa saja mengidap darah tinggi, kolesterol, dan trigliserida tinggi, yang jika dibiarkan berakibat buruk pada jantung dan akhirnya berkembang menjadi penyakit jantung. Begitu juga jika orang kurus mengidap kencing manis atau memang memiliki kelainan anomali pembuluh darah besar pada jantung, seperti anomali pembuluh aorta atau ada penyakit lain yang bisa mengganggu jantung.

2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda.
Bisa. Penyakit jantung sudah bisa diderita sejak anak masih di kandungan mula. Beberapa penyakit infeksi, seperti toxoplasmosis, campak jerman, cytomegalovirus bisa merusak organ jantung semasih anak di kandungan. Begitu juga obat-obatan tertentu yang diminum selagi hamil. Cacat jantung bawaan juga acap terjadi akibat jamu peluntur atau bahan berkhasiat lain yang belum jelas kerjanya medis. Orang muda pun bisa kena penyakit jantung jika jantungnya terinfeksi. Infeksi bisa langsung menyerang jantung (endocarditis, myocarditis, pericarditis) atau di luar jantung yang bisa berkomplikasi ke jantung, seperti jika anak terserang infeksi difteria (di tenggorokan). Kelainan aliran listrik otot jantung juga sering mengenai orang muda, sehingga irama dan debar jantung jadi tidak normal. Dan fungsi jantung juga bisa terganggu bila kekurangan elektrolit tertentu (kalium, misalnya) fungsi jantung bisa kacau juga, seolah sakit jantung. Demikian pula pengaruh kuat nikotin, obat tidur, obat penenang.

3. Wanita terbebas dari penyakit jantung.
 
Tidak. Sebelum usia menopause, wanita memang lebih kecil risiko terkena dibanding pria. Namun, setelah menopause, risiko wanita terkena penyakit jantung koroner menjadi sama besar dengan pria. Hal ini sering dilupakan, sehingga luput mendapat perhatian. Namun, selama usia reproduktif pun wanita masih mungkin kena penyakit jantung jika kegemukan, lemak darah tinggi, mengidap darah tinggi, kencing manis, atau memiliki anomali pada pembuluh besar jantung, perokok berat, mengonsumsi obat pengurus badan golongan amfetamin atau phenfluramin,fentermine. Obat-obat golongan ini sudah ditarik dari peredaran. Amphetamine memang bukan obat kurus, sebab dipakai dengan memanfaatkan efek sampingnya yang bikin tak suka makan, sedangkan obat pengurus (golongan Phen-fen) bisa bikin katup jantung menggelambir, sehingga fungsi jantung terganggu dan berakhir dengan payah jantung.

4. Penyakit jantung hanya satu macam.
 
Tidak. Sudah disebut di atas, penyakit jantung bisa bawaan, sejak lahir sudah diidap. Bisa juga sebab infeksi, dan yang paling sering penyakit jantung koroner, kalau bukan payah jantung (gagal jantung). Infeksi pada jantung bisa oleh kuman dan virus. Paling sering infeksi pada katup jantung. Katup yang terinfeksi (SBE, Subacute Bacterial Endocarditis) menyisakan kerusakan pada katup, sehingga fungsi katup jantung menjadi tidak normal. Jika kerusakan katupnya berat dan berlangsung lama, bisa berakhir dengan gagal jantung juga. Bukan cuma itu. Kelainan katup jantung akibat infeksi, sewaktu-waktu butiran-butiran lemak dan sisa infeksi pada katup bisa luruh dan terlepas hanyut terbawa aliran darah. Hanyutnya butiran lemak dan sisa infeksi ini yang bisa tersangkut di pembuluh darah otak, sehingga dapat berakhir dengan stroke. Jantung koroner terjadi jika pembuluh darah koroner yang memberi makan bagi otot jantung tersumbat. Sumbatan bisa berasal dari dinding pembuluh darah koronernya sendiri yang semakin menebal oleh karat lemak (atherosclerosis), bisa juga oleh kiriman butiran lemak, bekuan darah, atau sampah darah yang berasal dari luar jantung. Emboli (terhanyutnya benda sampah dalam darah) sehabis melahirkan, sewaktu operasi sedot lemak, risiko bedah besar, patah tulang terbuka. Jantung menjadi payah atau gagal jantung terjadi bila darah tinggi dibiarkan tinggi selama puluhan tahun. Pada darah tinggi, jantung bekerja ekstra berat. Akibat jantung harus memompakan darah lebih kuat dari normal, lama-kelamaan otot jantung menjadi semakin tebal dan jantung membengkak. Pembengkakan berlangsung terus sampai satu titik, pada saat jantung sudah tidak bisa berkompensasi untuk melar lagi. Pada saat itulah terjadi serangan gagal jantung (decompensatio cordis).

5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung.
 
Bisa. Kendati jantungnya tak kurang suatu apa, namun bisa terkena penyakit jantung yang berasal dari luar jantung. Jika jiwa gundah terus, rasa cemas, rasa waswas, jantung bisa mendadak berdebar tak tentu. Rasa berat di dada, rasa ada yang mendesak di kerongkongan, jantung berdebar, disertai rasa gundah gelisah, kemungkinan yang sakit jiwanya, dan bukan jantungnya. Tanpa perlu diberi obat jantung dan cukup penenang jiwa, keluhan jantung umumnya akan mereda sendiri. Demikian pula penyakit jantung yang berasal dari kelewat aktifnya kelenjar gondok (hyperthyroidism). Semakin tinggi hormon gondok di dalam darah, semakin kuat debar jantung akibat tensi darah meninggi. Jika tensi darah meninggi pada penyakit gondok dibiarkan, lama-kelamaan jantung bisa payah juga. Jantung lalu membengkak juga. Komplikasi infeksi difteri pada anak-anak, pada minggu ketiga sakit, bisa menyerang jantung. Racun kuman difterianya mengganggu fungsi jantung. Namun, begitu racun dijinakkan, jantung bisa pulih kembali. Kasus anemia (kekurangan Hb) yang berat dan dibiarkan untuk waktu lama bisa membebani jantung juga. Oleh karena kadar Hb (pengangkut oksigen) rendah, darah kurang penuh membawa oksigen, dan itu tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Supaya oksigen yang diangkut darah mencukupi kebutuhan sel, jantung perlu bekerja lebih keras. Dan oleh karena jantung bekerja lebih keras, lama-lama jantung membengkak juga (seperti akibat darah tinggi).

6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke.
 
Ada. Bukan sedikit serangan stroke penyumbatnya berasal dari jantung. Jika katup jantung melepaskan butiran bekuan darah atau sisa bekas infeksi katup, sampah dalam darah itu akan hanyut dan memasuki pembuluh darah otak, lalu menyumbat di sana. Bisa juga sebab fungsi pemompaan jantungnya sendiri yang sudah melemah, baik tenaga maupun iramanya. Bila ini terjadi, maka aliran darah selain tidak deras, sering berpusing. Aliran berpusing dan tak deras ini yang berisiko menimbulkan serangan stroke, sebab selain aliran darah melemah, kemungkinan darah juga mengangkut hanyutan benda-benda penyumbat yang luruh akibat aliran berpusing tersebut.

7. Penyakit jantung itu turunan.
 
Tidak. Penyakit jantung bukan saja turunan. Kendati orangtua berpenyakit jantung, anak belum tentu kena penyakit jantung. Yang diturunkan kencing manis dan darah tingginya. Kencing manis dan darah tinggi, termasuk kegemukan, jika tidak dikendalikan bisa berakhir dengan jantung koroner kalau bukan payah jantung juga.

8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah.
 
Dapat. Malah justru lebih mudah dan lebih murah mencegah penyakit jantung ketimbang harus menderita dan menanggung ongkos berobatnya. Kita tahu semua penyebab penyakit jantung ada yang mulai dari sejak di kandungan. Itu maka semua ibu hamil yang berisiko punya riwayat mengidap penyakit toxoplasmosis (senang pada kucing), atau cytomegalo virus (lewat berciuman dengan yang mengidap virus tersebut), atau campak jerman (dan herpes genital), sebaiknya memeriksakan darah dulu sebelum hamil (pemeriksaan darah TORCH). Jika ternyata ada salah satu dari TORCH yang positif dan penyakitnya masih aktif, jangan hamil dulu sampai penyakitnya sudah diterapi sehingga tidak aktif lagi. Infeksi jantung sering berasal dari infeksi kuman tenggorokan (streptococcus beta haemolyticus). Jika kuman ini menjalar ke jantung, terjadilah infeksi jantung (SBE). Maka setiap ada serangan infeksi tenggorokan, apalagi kalau dari pemeriksaan sediaan apus lendir tenggorok terbukti positif kuman tersebut, obati sampai tuntas (biasanya sampai beberapa minggu antibiotika tanpa boleh putus). Jika tidak tuntas, berisiko akan berkomplikasi ke jantung. Kecukupan elektrolit (waspada jika sering muntah menret, kurang makan buah dan sayur), dan trace elements buat jantung termasuk selenium, mangan, magnesium, jangan sampai kurang. Dan bila mengidap darah tinggi secepatnya dikendalikan. Begitu pula jika kencing manis, penggundah, dan jiwa gampang goyah, segera diatasi.

9.Terkena penyakit jantung sebab sering dikageti.
 
Bukan. Orang sering kaget atau dikageti tidak mungkin menjadi sakit jantung. Kecuali memang sudah mengidap lemah jantung, keterkejutan fisik, bahkan kerkejutan mental pun bias bikin penyakit jantung yang sebetulnya sudah terkendali, bisa kumat. Jantung yang sehat dan normal tidak bakal "copot" kendati rajin dikageti.

10. Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang.
Tidak benar. Tidak ada korelasi antara doyan makan sayur jantung pisang dengan penyakit jantung. Zaman kakek nenek dulu, gudeg atau keluban jantung pisang menu yang tergolong eco sekali. Dan buktinya orang dulu tak ada yang kena jantungan gara-gara menu hariannya sering memilih sayur jantung pisang.

PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER


Gejalanya sakit pada dada sering dianggap biasa, namun bila sudah terserang, nyawa menjadi taruhannya. Itulah yang menjadikan Penyakit Jantung Koroner berbahaya. Terlebih lagi dengan adanya anggapan bahwa ancaman penyakit karena kolesterol tinggi hanya berlaku buat mereka yang lanjut usia atau yang berat badannya berlebihan.

Faktanya, kini makin banyak orang yang berada dalam usia produktif (mulai usia 20-an) bisa mengalami gangguan pembuluh darah dan serangan jantung, akibat berlebihnya kadar kolesterol di dalam darah. Bahkan dari data yang dipublikasikan oleh organisasi kesehatan sedunia (WHO), saat ini 25% penduduk dunia memiliki kadar kolesterol tinggi. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Bertambahnya jumlah penderita Penyakit Jantung Koroner ini tidak lepas dari pergeseran pola hidup, terutama pola makan masyarakat. Kalau masyarakat di negara maju sudah mulai menyadari pentingnya mengurangi kolesterol dan lemak dalam menu makanan mereka; di negara berkembang, pola makan tinggi lemak, kolesterol dan garam malah meningkat, seiring dengan banyaknya junkfood dan jajanan yang menggunakan minyak jenuh. Tentunya resiko akan bertambah jika ada faktor bawaan; di samping faktor lingkungan, seperti stress dan semakin banyaknya radikal bebas yang terbentuk akibat tingkat polusi yang tinggi, juga kurang gerak atau olah raga akibat tuntutan aktivitas yang padat.

Penelitian Lebih Lanjut Tentang Terjadinya Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu penyakit degeneratif, artinya, proses terjadinya penyakit ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan sampai belasan atau puluhan tahun. Tanpa kita sadari, semenjak kita masih anak-anak kita sudah mulai 'menumpuk' kolesterol pada pembuluh darah kita. Setelah bertahun-tahun, tentunya timbunan lemak dan kolesterol pada dinding pembuluh darah perlahan-lahan menjadikan pembuluh darah menyempit dan tidak elastis lagi. Akibatnya, saat terbentuk gumpalan darah (clot), aliran darah akan terhambat, dan pembuluh darah pecah/tersumbat. Bila hal ini terjadi di pembuluh darah ke otak, itulah yang kita kenal dengan Stroke; sementara bila terjadi di pembuluh darah ke jantung, inilah yang kita kenal dengan serangan jantung.

Jadi, siapa yang tahu kondisi pembuluh darah kita saat ini dengan pola hidup yang kita jalani sekarang? Dan, kalau timbunan kolesterol sudah jelas merupakan pencetus terjadinya Penyakit Jantung Koroner, bagaimana zat yang berbahaya ini bisa tertumpuk di pembuluh darah kita? Penelitian menunjukkan bahwa kolesterol dan lemak bisa menempel dan menumpuk di dinding pembuluh darah jika dinding bagian dalam pembuluh darah (endothelium) sudah rusak dan tidak rata lagi akibat paparan radikal bebas. Radikal bebas ini tentu saja tidak hanya merusak dinding pembuluh darah kita, melainkan organ tubuh kita yang lain pun ikut terkena dampaknya.

Pencegahan Harus Dilakukan Sedini Mungkin
  1. Berolah raga teratur, untuk membantu pembakaran lemak dan menjaga agar peredaran darah tetap lancar.
  2. Mengurangi konsumsi makanan berlemak/ berkolesterol tinggi dan meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
  3. Menjaga berat badan ideal.
  4. Cukup istirahat dan kurangi stress, sehingga jumlah radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh tidak terlalu banyak.
  5. Hindari rokok, kopi, dan minuman beralkohol.
  6. Melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk memantau kadar kolesterol dalam darah.
  7. Menjaga lingkungan tetap bersih.

GEJALA SERANGAN JANTUNG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitTBMuxQIk06-itwvZ85YNmD-3IeYiJKK0Qjb0mABTmxb9-RhBvuxvUR6ketHCoDFa58PbXBJhuYZKzXOeLzLdll-a2BCKCrndm6qdmmN1kNVWd_H5uHUVsRjRYdD0G0bOAb2r7AhMCNA/s1600/heart+atackr.jpg 

Anda perlu mengetahui gejala-gejala serangan jantung. Pahami betul tanda-tanda yang menunjukan bahwa itu adalah serangan jantung, bukan karena panic ketakutan.Berbagilah informasi ini dengan para anggota keluarga dan pengurus Anda sehingga mereka belajar mengenali gejala serangan jantung dan kapan membantu Anda mencari pengobatan darurat. Jika Anda mempunyai salah satu dari gejala yang diuraikan di bawah ini yang berlangsung selama lebih dari 5 menit,  

Carilah Pengobatan darurat segera !

Gejala-gejala ini bisa merupakan tanda-tanda serangan jantung dan pengobatan.

Gejala serangan jantung mencakup:
  • Nyeri dada atau rasa tak enak di bagian tengah dada; perasaan "tertekan," "berat" atau "remuk" yang berlangsung selama tak lebih dari beberapa menit atau berlalu hilang dan kembali.
  • Rasa sakit atau tak nyaman di bagian-bagian lain pada bagian tubuh atas, termasuk lengan, bahu, leher, rahang, atau perut.
  • Sulit bernapas, sesak napas
  • Berkeringat atau "keringat dingin"
  • Rasa kembung, salah cerna, atau perasaan tersedak(mungkin terasa seperti “rasa panas dalam lambung”)
  • Mual atau muntah
  • Sangat lemah atau gelisah
  • Detak jantung yang cepat atau tak teratur
Jangan tunggu sampai gejala-gejala Anda "menghilang". Pengenalan dan pengobatan dini gejala-gejala serangan jantung dapat mengurangi risiko kerusakan jantung dan memungkinkan pengobatan untuk segera dimulai. Bahkan jika Anda tidak yakin bahwa gejala-gejala Anda merupakan gejala serangan jantung, Anda masih harus dievaluasi. Beberapa orang mempunyai serangan jantung tanpa mempunyai gejala apapun (myocardial infarction "diam" myocardial infarction). MI diam dapat terjadi di antara semua pasien, walaupun lebih umum di antara penderita diabetes. Jika Anda mempunyai MI diam, serangan jantung Anda mungkin dapat didiagnosa sewaktu pemeriksaan rutin dokter.

The first symptoms start the clock
Pada tanda-tanda pertama serangan jantung, panggil pengobatan darurat. Waktu terbaik untuk mengobati serangan jantung adalah di antara satu sampai dua jam pertama dari pertama kali timbulnya gejala. Studi memperlihatkan bahwa orang yang mempunyai gejala serangan jantung sering menunda, atau menunggu untuk mencari pengobatan, selama lebih dari tujuh jam. Mereka yang menunda cenderung adalah orang tua, wanita, dan yang mempunyai sejarah angina, tekanan darah tinggi atau diabetes.


Jangan menunggu :
Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa - termasuk nyawa Anda sendiri

Alasan-alasan orang menunda
  • Mereka adalah orang muda dan tidak dapat percaya ini terjadi pada mereka
  • Gejala-gejala tidak seperti yang diharapkan
  • Mereka mungkin menyangkal gejala-gejala ini serius dan menunggu sampai gejala hilang
  • Mereka mungkin meminta nasehat dari orang lain, terutama anggota keluarga
  • Mereka mungkin pertama kali mencoba mengobati gejala sendiri, dengan menggunakan aspirin atau antasida
  • Mereka mungkin berpikir gejala-gejala ini berkaitan dengan masalah kesehatan lain (sakit perut, arthritis)
  • Mereka mungkin mengutamakan mengurus orang lain (pertama-tama mengurus anak atau anggota keluarga lain) dan tidak ingin menguatirkan mereka.
  • Menunggu hanya dua jam untuk pertolongan medis mungkin akan membatasi pilihan pengobatan Anda, meningkatkan jumlah kerusakan otot jantung, dan mengurangi kesempatan untuk selamat.
Ketahuilah sebelumnya: Gejala-gejala serangan jantung.

Siapa yang harus dipanggil untuk bantuan darurat. Jangan memanggil teman atau anggota keluarga. Panggil ambulans untuk membawa Anda ke UGD terdekat. Obati semua rasa tak nyaman di dada seperti angina atau serangan jantung, kecuali jika dokter Anda telah memberitahu anda secara lain. Pengobatan (obat-obatan, bedah jantung terbuka dan prosedur intervensi) tidak mengobati penyakit arteri koroner. Pernah mendapat serangan jantung atau pengobatan tidak berarti anda tidak akan pernah mendapat serangan jantung lagi; serangan jantung DAPAT terjadi lagi. 
  
Sumber : www.cardiaccentre.com

APA ITU SERANGAN JANTUNG ?

Otot jantung membutuhkan pasokan tetap darah beroksigen. Arteri koroner memberi darah kepada jantung. Jika Anda mempunyai penyakit jantung koroner. bagian dalam arteri koroner Anda dapat terlihat seperti ini:
Plak (yang terbuat dari bahan berlemak, kalsium, dan sel berkeliaran)dengan ukuran berbeda-beda melekat pada dinding arteri. Banyak dari plak tersebut keras di sebelah luar serta lunak dan seperti bubur di sebelah dalam. Plak semakin bertambah dan menyempitkan arteri.


jantung 


Bila plak keras, kulit luar pecah (retak atau robek), platelet (partikel berbentuk-cakram dalam darah yang membantu penggumpalan darah) datang ke daerah tersebut, dan gumpalan darah terbentuk sekitar plak tersebut.  

jantung


Jika gumpalan darah menyumbat arteri sama sekali, otot jantung menjadi "kelaparan" akan oksigen dan zat nutrisi (disebut iskemia) di daerah di bawah penyumbatan. Dalam waktu pendek, terjadi kematian sel-sel otot jantung, yang menyebabkan kerusakan permanen. Ini disebut myocardial infarction (MI) atau serangan jantung.


jantung 


Serangan jantung bisa juga terjadi lebih jarang karena kejang arteri koroner. Selama kejang koroner, arteri koroner mengerut atau terjadi kejang sekali-sekali, yang menyebabkan kekurangan pasokan darah ke otot jantung (iskemia). Ini bisa terjadi saat beristirahat dan bisa terjadi bahkan pada orang tanpa penyakit arteri koroner yang signifikan. Jika kejang arteri koroner terjadi selama jangka waktu lama, serangan jantung bisa terjadi.

jantung 

Sumber : www.cardiaccentre.com
 

MACAM MACAM PENYAKIT JANTUNG

Banyak orang sangat takut dengan penyakit jantung, karena penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah. 

Beberapa contoh penyakit jantung seperti jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut "angina") dan penyakit jantung rematik. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang penderitanya paling banyak. Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan dapat menyebabkan serangan jantung. Serangan jantung disebabkan oleh pembuluh arteri yang tersumbat sehingga menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung. Stroke disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak yang terkadang menyebabkan pendarahan di otak.


hearth Rhythms

Namun, tidak semua penyakit jantung disebabkan oleh terserangnya pembuluh darah. Berikut ini beberapa gangguan lain pada jantung, yaitu:

Abnormal Heart Rhythms

Normalnya jantung berdetak 60-100 kali setiap menit (atau sekitar 100 ribu kali setiap harinya). Jantung yang bedetak tidak normal biasanya disebut arryhytmia (sering juga disebut dengan dysrhythmia). Jantung yang berdetak terlalu lambat (dibawah 60 kali per menit) disebut bradyarrhythmias. Sedangkan yang berdetak di atas 100 per menit disebut dengan tachyarrhytmias.

Heart Failure

Atau gagal jantung merupakan pemyakit jantung yang paling menakutkan. Bukan berarti jantung tidak dapat bekerja sama sekali, hanya saja jantung tidak berdetak sebagaimana mestinya.

 

Heart Valve Disease

Rusaknya katup jantung. Katup jantung terdapat pada setiap bilik jantung (jantung kita memiliki empat buah bilik) yang berfungsi mengatur aliran darah searah menuju jantung.

Congenitas Heart Disease

Atau biasa disebut dengan kelainan pada jantung. Menyerang 8-10 anak dari setiap 1000 kelahiran. Gejala awal biasanya terdeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak. Di Amerika, sekitar 500 ribu orang mengalami kelainan jantung pada masa pertumbuhannya dan bertambah sektar 20 ribu orang setiap tahunnya.

Cardiomyopathies

Menyerang pada otot jantung itu sendiri. Mereka yang terserang penyakit ini biasanya mengalamai pembesaran atau pengecilan jantung secara tidak normal dan atau bahkan menjadi kaku. Hal itu menyebabkan jantung memompa darah secara tidak normal (menjadi lebih lemah). Tanpa penanganan yang baik, cardiomyopathies akan menyebabkan penyakit yang lebih buruk seperti gagal jantung atau menyebabkan jantung berdetak tidak normal.

Pericarditis

Adalah radang yang mengelilingi lapisan jantung. Kondisi ini jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh infeksi. Ada banyak faktor yang menyebabkan kerentanan terhadap penyakit jantung. Faktor utama adalah gaya hidup yang menyebabkan seolah-olah kita membangun penyakit tersebut di dalam tubuh. Tapi ada beberapa faktor yang memang tidak dapat diubah, seperti bertambahnya umur dan juga faktor keturunan.

Entri Populer