BAHAYA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA)


Pencemaran udara yang terjadi pada lingkungan membawa dampak negatif bagi kesehatan, terutama berbahaya pada pernafasan manusia. Udara pada kota-kota besar sudah tercemar oleh asap kendaraan dan industri, ditambah lagi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di negara kita.

Berbagai penyakit pernafasan timbul akibat masalah pencemaran udara, dan yang lebih banyak dialami adalah penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). ISPA atau URI dalam bahasa Inggris, merupakan penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan, hidung, sinus, faring, atau laring.

Gejala-gejala ISPA adalah badan pegal pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, dan sakit pada tengorokan. Pola penularannya berlangsung lewat kontak dan melalui udara dalam jarak dekat. Oleh karena itu, ISPA cenderung menular secara epidemi.

Beberapa tahun lalu, WHO memperkirakan 1,6 juta anak meninggal akibat masalah radang saluran pernapasan (pneumonia). ISPA, yang salah satunya disebabkan oleh pneumonia, juga mengambil porsi 28 persen sebagai penyebab utama kematian balita di Indonesia.

Hal terpenting dalam pencegahan infeksi ini adalah melindungi mulut, hidung, bahkan mata, dengan masker atau kacamata pelindung wajah. Kebersihan tangan pun harus selalu dijaga. Pasien dengan ISPA membersihkan tangan dengan sabun, air, serta pembersih tangan berbasis alkohol.

Perlu ada usaha pengendalian lingkungan, seperti membuat ventilasi yang baik, penempatan pasien rawat dengan benar, dan pembersihan yang memadai juga termasuk dapat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri patogen penyebab ISPA.

Entri Populer