CU.CC: Free Domain Registration + FREE DNS Services

Razia Senjata Tajam dan Senjata Api di Pelabuhan Tanjung Perak

Sudah sepekan ini, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak bersama instansi terkait melakukan razia. Hasilnya, 530 senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) berbagai bentuk dan jenis diamankan sebagai barang bukti. Rinciannya, ratusan senjata yang disita itu terdiri dari Pisau (75), Golok (77), Parang (27), Sabit (309), Celurit (3), Kapak (3), Tongkat (16), Mata Tombak (1), Sangkur (1), Badik (7), Keris (2), Senpi Jenis Sofgun (2) dan Senapan Angin (7).  “Sembilan di antaranya senjata api. Razia ini kami gelar sejak Senin (12/9)  hingga  Senin (19/9),”  kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Jayadi saat menunjukkan ratusan sajam dan senpi yang digelar di halaman depan Mapolres Pelabuhan, Senin (19/9) sore.
Ia  memaparkan, razia ini sebagai upaya preventif ketika munculnya informasi tentang pengerahan massa ke Ambon. Menurut Jayadi, meski informasi tersebut hanya ‘kabar burung’ namun, pihaknya menemukan ratusan senjata yang dibawa para penumpang kapal laut dengan tujuan Indonesia Timur. “Razia selama seminggu terakhir ini, kami sita sajam dan senpi dengan total 530 buah,” katanya.
Jayadi juga menjelaskan, razia tetap akan dilakukan sepanjang konflik Ambon masih belum kondusif. Ia menerangkan, alasan penyitaan sajam dan senpi tersebut dikarenakan ratusan senjata tersebut tidak sesuai dengan amanat undang-undang darurat. “Yakni, membawa senjata untuk kepentingan membela diri dan membawa senjata yang tidak sesuai dengan pekerjaan. Masak mau kerja bawa badik ? Itu yang kami curigai untuk diamankan,” katanya.
Namun, ia menepis, kalau ratusan sajam dan senpi yang disita itu ada kaitannya dengan kerusuhan Ambon. Hanya saja, Jayadi mengaku, penyitaan sajam dan senpi tersebut merupakan aksi antisipasi terhadap maraknya warga masyarakat Surabaya yang akan berangkat ke Ambon. “Sebenarnya, tidak ada hubungannya dengan peristiwa Ambon. Hanya kegiatan pengamanan untuk lebih memperketat penyusupan,” ujarnya.
Dari razia sepekan tersebut, lanjut dia, pihaknya sempat menjaring 25 orang yang dicurigai berangkat ke Ambon. Sayangnya, dalam interogasi dan penyelidikan, pihaknya tidak menemukan adanya unsur tindak pidana. “Yang kami amankan ada 4 pelaku,” singkatnya tanpa bersedia menyebut identitas pelaku. Dalam razia tersebut, satu demi satu barang bawaan penumpang digeledah. Hasilnya, petugas mendapati ratusan senjata tajam dengan tujuh senapan angin dan dua pucuk senpi ‘air sofgun’ yang ikut diamankan.
 “Ini merupakan perintah Kapolri yang langsung ditembuskan ke Kapolda Jatim untuk mengintensifkan dan memperketat penjagaan, khususnya yang mau berangkat ke Ambon,” kata Jayadi.
Meski pihaknya tidak menemukan kelompok massa atau orang yang hendak berangkat ke Ambon untuk jihad. Namun, dari razia ini, polisi diharapkan semakin memperketat penangkapan kepada orang yang dicurigai akan melakukan tindak kejahatan.

Sumber: surabayapost.co.id

Entri Populer